2.4 Laporan Neraca
Hai Pebisnis! Pada materi kali ini kita akan mengenal lebih dalam soal laporan neraca. Dalam materi sebelumnya anda sudah mengenal laporan neraca sebagai saalah satu laporan keuangan yang penting dan dibutuhkan. Agar lebih jelas, sekarang kita bedah yuk tujuan serta isi dari laporan neraca.
Laporan neraca akan berisi data yang detail soal kondisi harta, kewajiban serta modal yang dimiliki oleh perusahaan anda. Karena itu, laporan ini biasanya akan terbagi menjadi dua bagian. Yaitu, harta serta kewajiban dan modal.
Pembagian tersebut berdasarkan persamaan dasar akuntansi yang menjadi basis penghitungan yaitu, harta=modal+kewajiban. Jika dilihat secara keseluruhan laporan neraca akan pada sisi kiri akan diisi dengan harta serta sebelah kanan akan diisi dengan kewajiban dan modal.
Sekarang yuk kita bahas soal harta dalam laporan neraca. Harta atau aktiva merupakan kekayaan atau aset yang dimiliki oleh perusahaan anda. harta tersebut terdiri dari berbagai macam kategori dan sumber. Yuk kita kenali satu per satu.
Kas dan Bank
Pertama ada akun kas dan bank. Akun ini akan menunjukkan berapa besar harta anda yang berbentuk uang tunai atau bisa ditunaikan dalam waktu cepat. Nilai dalam kategori kas dan bank akan menunjukkan tingkat liquiditas bisnis anda. Hal ini akan mempengaruhi operasional bisnis, karena setiap harinya akan membutuhkan uang tunai untuk beragam transaksi.
Berikutnya adalah piutang usaha atau piutang perdagangan. Piutang merupakan harta atau uang anda yang berada di pihak lain. Dalam konteks perdagangan atau usaha biasanya piutang berisikan nilai hasil penjualan yang belum ada di tangan anda.
Jadi harta anda berada di tangan pihak lain alias pihak lain masih berhutang sejumlah uang terhadap anda.
Persediaan
Persediaan baik itu bahan baku atau barang jadi akan masuk ke dalam kategori harta. Hal ini karena pengadaan barang tersebut menggunakan sejumlah harta anda. Jadinya nilai yang dibayarkan untuk pengadaan tersebut akan dikonversi menjadi harta yang belum lah liquid atau cair karena harus dijual terlebih dahulu.
Kategori terakhir dari bagian harta adalah aset tetap.setiap aset yang berwujud dan digunakan dalam jangka panjang serta memberikan keuntungan finansial dan masa manfaat lebih dari satu tahun akan masuk ke dalam harta. Aset tetap ini akan berkaitan dengan operasional bisnis seperti, kantor, pabrik, gudang, mesin serta peralatan.
Nah pada aset tetap dapat terjadi depresiasi atau penurunan nilai, sehingga harta anda akan berkurang karena pemakaian. Hal ini akan kita bahas lebih jauh pada materi berikutnya ya. Selanjutnya kita akan membahas akun yang ada dalam bagian kewajiban.
Kewajiban
Pertama ada hutang usaha. Kategori ini biasanya berkaitan dengan pengadaan produk yang anda jual. Bisa dari membeli bahan baku, lalu menggaji pegawai produksi hingga transportasi stok dari dan menuju gudang penyimpanan. Jika anda berbisnis retail, hutang usaha biasanya diisi dengan transaksi pembelian stok produk kepada pemasok.
Jika anda berbisnis retail, hutang usaha biasanya diisi dengan transaksi pembelian stok produk kepada pemasok. Berikutnya adlaah hutang jangka panjang. Hutang dalam kategori ini umumnya tidak terkait dengan pokok usaha seperti pengadaan stok dan penjualan. Dan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Contohnya seperti pinjaman kepada bank untuk operasional harian, ataupun pembelian peralatan dan aset tetap secara kredit. Setelah membicarakan kewajiban sekarang kita akan membahas soal modal.
Secara sederhana modal merupakan hutang yang dimiliki perusahaan kepada pemiliknya. Modal tidak akan serta merta dibayar secara cash kepada pemilik. Melainkan akan dibayar dengan bentuk dividen dari keuntungan yang didapat usaha tersebut .
Akun-akun dalam tiga bagian tadi merupakan beberapa item yang akan sering kamu temui dari laporan neraca. Jadi jangan sampai lupa ya! yang perlu diingat adalah laporan neraca akan berisikan harta, kewajiban serta modal usaha anda.
Jumlah total yang ada dalam bagian harta haruslah sama dengan jumlah kewajiban ditambah dengan modal.